Sabtu, 12 November 2016

Ilmu Budaya Dasar



Membuat Nasi Goreng
 
Alat dan Bahan :
a)   Kompor
b)  Wajan penggorengan
c)   Cungkir
d)  Piring
e)   Minyak
f)    Nasi
g)  Bawang merah,
h)  Bawang putih
i)   Cabe rawit
j)   Ebi
k)  Tomat
l)   Telur
m) Kecap
n)  Kacang goreng
 


Cara membuat :
  1. Panaskan wajan diatas kompor, lalu masukan minya kira 2 sendok makan,
  2. Masukan irisan bawang, telur, ebi, cabe rawit
  3.  Aduk –aduk hingga tercium harum, tetapi jangan sampai gosong
  4. Masukan nasi secukupnya
  5. Aduk lagi hingga merata
  6. Setelah itu masukan kecap
  7. Setelah tercium harum dan nasinya sudah aga kelihatan lunak
  8. Angkat dan hiasi dengan tomat lalu sajikan dipiring.

Cinta Terhadap bermain futsal


Futsal adalah olahraga yang hampir sama dengan bola kaki, tetapi lapangan futsal lebih kecil dari pada lapangan bola kaki. Berman futsal dengan teman-teman sangatlah mengasikkan, di tambah pelatih kami yang bijaksa dan beribawa, sehingga kami dapat belajar disiplin dalam bermain futsal.
     Futsal bagiku adalah jiwaku dan bola adalah temanku, meskipun aku senang bermain futsal, tetapi aku tidak lupa dengan pelajaran, bagiku pelajaran adalah segalanya. Seperti buku yang pernah saya baca, Futsal adalah permainan bola yang dimainkan oleh dua regu, yang masing-masing beranggotakan lima orang. Tujuannya adalah memasukkan bola ke gawang lawan, dengan memanipulasi bola dengan kaki. Selain lima pemain utama, setiap regu juga diizinkan memiliki pemain cadangan. Tidak seperti permainan sepak bola dalam ruangan lainnya, lapangan futsal dibatasi garis, bukan net atau papan. Futsal turut juga dikenali dengan berbagai nama lain. 

    Istilah “futsal” adalah istilah internasionalnya, berasal dari kata Spanyol atau Portugis, football dan sala. Futsal diciptakan di Montevideo, Uruguay pada tahun 1930, oleh Juan Carlos Ceriani. Keunikan futsal mendapat perhatian di seluruh Amerika Selatan, terutamanya di Brasil. Ketrampilan yang dikembangkan dalampermainan inidapat dilihat dalam gaya terkenal dunia yang diperlihatkan pemain-pemain Brasil di luar ruangan, pada lapangan berukuran biasa.
    Pele, bintang terkenal Brasil, contohnya, mengembangkan bakatnya di futsal. Sementara Brasil terus menjadi pusat futsal dunia, permainan ini sekarang dimainkan di bawah perlindungan Fédération Internationale de Football Association di seluruh dunia, dari Eropa hingga Amerika Tengah dan Amerika Utara serta Afrika, Asia, dan Oseania.Saya dulu tidak bisa bermain futsal, tetapi setelah mengikuti extra futsal, akhirnya saya jadi bisa bermain futsal. Tanpa sosok jiwa seseorang pelatih mungkin saya dan teman-teman tidak banyak mengerti tentang olahraga futsal. 
    Manfaat bermain futsal sangat lah banyak, antara lain; dapat menyahatkan tubuh, meningkatkan sportipitas antar pemain, dan dapat menjalin persahabatan antar teman dengan erat.

Sejarah Sumatera Utara
 

Sumatera Utara lahir tanggal 15 April 1948 dengan wilayah mencakup tiga keresidenan, yaitu, Aceh, Sumatera Timur, dan Tapanuli. Ibu kotanya waktu itu belum di Medan, melainkan di Kutaraja, sekarang Banda Aceh. Gubernur Sumatera Utara yang pertama dijabat oleh Mr. S.M. Amin.
Pada awal tarikh Masehi, penghuni Sumatera Utara sudah menjalin hubungan dagang dengan orang-orang dari India dan Cina. Sekitar tahun 775 Masehi, Sumatera Utara termasuk dalam wilayah kekuasaan Kerajaan Sriwijaya. Pemerintahan dengan system Kerajaan di Sumatera Utara muncul pada abad 15, yaitu dengan munculnya Kerajaan Nagur, Aru, Panai, dan Batangiou. Pada suatu ketika, terjadi peperangan antara Kerajaan Nagur dan Kerajaa Batangiou yang dimenangkan oleh Kerajaan Nagur. Karena kemenangan dalam peperangan tersebut, Kerajaan Nagur menjadi penguasa seluruh Simalungun.
Pada abad 16, di Tapanuli muncul suatu kerajaan yang didirikan oleh keturunan Sisingamangaraja, yaitu Kerajaan Batak. Kerajaan ini kemudian mencakup seluruh Tapanuli, sampai ke Angloka, Mandailing, dan Dairi. Sementara itu, di daerah pesisir timur Sumatera Utara terdapat sebuah kerajaan besar bernama Kerajaan Aru. Wilayahnya meliputi daerah yang sangat luas, dari perbatasan Aceh sampai ke muara sungai Barumun, meliputi daerah Langkat, Deli Serdang, Asahan, dan Labuhan Batu.
Ketiga kerajaan di atas, yaitu, Nagur, Batak, dan Aru terus menerus terlibat persaingan memperebutkan hegemoni di wilayah Sumatera Utara. Kekuasaan Kerajaan Nagur semakin luas, meliputi daerah pedalaman Asahan, Serdang Hulu, Tanah Karo sampai ke daerah Gayo atas, meliputi seluruh daerah pedalaman bagian utara Sumatera Utara. Sementara itu Kerajaan Batak (Sisingamangaraja) memperluah pengaruhnya ke seluruh Tapanuli, beberapa daerah di tanah Karo, bahkan kemudian merebut wilayah Simalungun yang sebelumnya di bawah kekuasaan Kerajaan Nagur. Sedangkan Kerajaan Aru, ketika itu mendapat ancaman dari tiga kekuasaan bedar di Selat Malaka, yaitu, Aceh, Portugis, dan Johor. Untuk menghindari ancaman itu, pusat Kerajaan Aru dipindah ke daerah pedalaman, yaitu di Deli Tua, sekarang wilayahnya sekitar sepuluh kilometer dari Medan. 
Pada tahun 1834, Belanda mendirikan Keresidenan Tapanuli. Pusat keresidenan berada di Sibolga dan menguasai empat daerah afdeling, yaitu, Sibolga en Omstreken, Angkola en Sipirok, Batakladen, dan Nias. Pada tanggal 1 Maret 1887, Belanda membentuk keresidenan di daerah Sumatera Timur. Keresidenan Sumatera Timur berpusat di Medan, terdiri atas empat daerah afdeling, yaitu, Deli Serdang, Simalungun dan Karolanden, Langkat, dan Asahan.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

KEWIRAUSAHAAN 1. Pengertian Kewirausahaan      Suatu proses dalam melakukan atau menciptakan sesuatu yang baru dengan cara kreatif da...