Membuat Nasi Goreng
Alat dan Bahan :
a)
Kompor
b)
Wajan penggorengan
c)
Cungkir
d)
Piring
e)
Minyak
f)
Nasi
g)
Bawang merah,
h)
Bawang putih
i)
Cabe rawit
j)
Ebi
k)
Tomat
l)
Telur
m) Kecap
n)
Kacang goreng
Cara membuat :
- Panaskan wajan diatas kompor, lalu masukan minya kira 2 sendok makan,
- Masukan irisan bawang, telur, ebi, cabe rawit
- Aduk –aduk hingga tercium harum, tetapi jangan sampai gosong
- Masukan nasi secukupnya
- Aduk lagi hingga merata
- Setelah itu masukan kecap
- Setelah tercium harum dan nasinya sudah aga kelihatan lunak
- Angkat dan hiasi dengan tomat lalu sajikan dipiring.
Cinta Terhadap bermain futsal
Futsal adalah olahraga yang hampir
sama dengan bola kaki, tetapi lapangan futsal lebih kecil dari pada lapangan
bola kaki. Berman futsal dengan teman-teman sangatlah mengasikkan, di tambah
pelatih kami yang bijaksa dan beribawa, sehingga kami dapat belajar disiplin
dalam bermain futsal.
Futsal bagiku adalah jiwaku dan bola adalah temanku, meskipun aku senang bermain
futsal, tetapi aku tidak lupa dengan pelajaran, bagiku pelajaran adalah
segalanya. Seperti buku yang pernah saya baca, Futsal adalah permainan bola
yang dimainkan oleh dua regu, yang masing-masing beranggotakan lima orang.
Tujuannya adalah memasukkan bola ke gawang lawan, dengan memanipulasi bola
dengan kaki. Selain lima pemain utama, setiap regu juga diizinkan memiliki
pemain cadangan. Tidak seperti permainan sepak bola dalam ruangan lainnya,
lapangan futsal dibatasi garis, bukan net atau papan. Futsal turut juga
dikenali dengan berbagai nama lain.
Istilah “futsal”
adalah istilah internasionalnya, berasal dari kata Spanyol atau Portugis,
football dan sala. Futsal diciptakan di Montevideo, Uruguay pada tahun 1930,
oleh Juan Carlos Ceriani. Keunikan futsal mendapat perhatian di seluruh Amerika
Selatan, terutamanya di Brasil. Ketrampilan yang dikembangkan dalampermainan
inidapat dilihat dalam gaya terkenal dunia yang diperlihatkan pemain-pemain
Brasil di luar ruangan, pada lapangan berukuran biasa.
Pele, bintang terkenal
Brasil, contohnya, mengembangkan bakatnya di futsal. Sementara Brasil terus
menjadi pusat futsal dunia, permainan ini sekarang dimainkan di bawah
perlindungan Fédération Internationale de Football Association di seluruh dunia,
dari Eropa hingga Amerika Tengah dan Amerika Utara serta Afrika, Asia, dan
Oseania.Saya dulu tidak bisa bermain futsal, tetapi setelah mengikuti extra
futsal, akhirnya saya jadi bisa bermain futsal. Tanpa sosok jiwa seseorang pelatih
mungkin saya dan teman-teman tidak banyak mengerti tentang olahraga
futsal.
Manfaat bermain
futsal sangat lah banyak, antara lain; dapat menyahatkan tubuh, meningkatkan
sportipitas antar pemain, dan dapat menjalin persahabatan antar teman dengan
erat.
Sejarah Sumatera Utara
Sumatera
Utara lahir tanggal 15 April 1948 dengan wilayah mencakup tiga keresidenan,
yaitu, Aceh, Sumatera Timur, dan Tapanuli. Ibu kotanya waktu itu belum di
Medan, melainkan di Kutaraja, sekarang Banda Aceh. Gubernur Sumatera Utara yang
pertama dijabat oleh Mr. S.M. Amin.
Pada
awal tarikh Masehi, penghuni Sumatera Utara sudah menjalin hubungan dagang
dengan orang-orang dari India dan Cina. Sekitar tahun 775 Masehi, Sumatera
Utara termasuk dalam wilayah kekuasaan Kerajaan Sriwijaya. Pemerintahan dengan system
Kerajaan di Sumatera Utara muncul pada abad 15, yaitu dengan munculnya Kerajaan
Nagur, Aru, Panai, dan Batangiou. Pada suatu ketika, terjadi peperangan antara
Kerajaan Nagur dan Kerajaa Batangiou yang dimenangkan oleh Kerajaan Nagur.
Karena kemenangan dalam peperangan tersebut, Kerajaan Nagur menjadi penguasa
seluruh Simalungun.
Pada
abad 16, di Tapanuli muncul suatu kerajaan yang didirikan oleh keturunan
Sisingamangaraja, yaitu Kerajaan Batak. Kerajaan ini kemudian mencakup seluruh
Tapanuli, sampai ke Angloka, Mandailing, dan Dairi. Sementara itu, di daerah
pesisir timur Sumatera Utara terdapat sebuah kerajaan besar bernama Kerajaan
Aru. Wilayahnya meliputi daerah yang sangat luas, dari perbatasan Aceh sampai
ke muara sungai Barumun, meliputi daerah Langkat, Deli Serdang, Asahan, dan
Labuhan Batu.
Ketiga
kerajaan di atas, yaitu, Nagur, Batak, dan Aru terus menerus terlibat
persaingan memperebutkan hegemoni di wilayah Sumatera Utara. Kekuasaan Kerajaan
Nagur semakin luas, meliputi daerah pedalaman Asahan, Serdang Hulu, Tanah Karo
sampai ke daerah Gayo atas, meliputi seluruh daerah pedalaman bagian utara
Sumatera Utara. Sementara itu Kerajaan Batak (Sisingamangaraja) memperluah
pengaruhnya ke seluruh Tapanuli, beberapa daerah di tanah Karo, bahkan kemudian
merebut wilayah Simalungun yang sebelumnya di bawah kekuasaan Kerajaan Nagur.
Sedangkan Kerajaan Aru, ketika itu mendapat ancaman dari tiga kekuasaan bedar
di Selat Malaka, yaitu, Aceh, Portugis, dan Johor. Untuk menghindari ancaman
itu, pusat Kerajaan Aru dipindah ke daerah pedalaman, yaitu di Deli Tua,
sekarang wilayahnya sekitar sepuluh kilometer dari Medan.
Pada
tahun 1834, Belanda mendirikan Keresidenan Tapanuli. Pusat keresidenan berada
di Sibolga dan menguasai empat daerah afdeling, yaitu, Sibolga en Omstreken,
Angkola en Sipirok, Batakladen, dan Nias. Pada tanggal 1 Maret 1887, Belanda
membentuk keresidenan di daerah Sumatera Timur. Keresidenan Sumatera Timur
berpusat di Medan, terdiri atas empat daerah afdeling, yaitu, Deli Serdang,
Simalungun dan Karolanden, Langkat, dan Asahan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar