PERENCANAAN PRODUKSI
1. Pengertian Perencanaan produksi
Perencanaan produksi merupakan perencanaan tentang produk apa dan
berapa yang akan diproduksi oleh perusahaan yang bersangkutan dalam satu
periode yang akan datang. Perencanaan produksi merupakan bagian dari
perencanaan operasional di dalam perusahaan. Dalam penyusunan
perencanaan produksi, hal yang perlu dipertimbangkan adalah adanya optimasi
produksi sehingga akan dapat dicapai tingkat biaya yang paling rendah untuk
pelaksanaan proses produksi tersebut.
Perencanaan produksi juga dapat didefinisikan sebagai proses untuk
memproduksi barang-barang pada suatu periode tertentu sesuai dengan yang
diramalkan atau dijadwalkan melalui pengorganisasian sumber daya seperti
tenaga kerja, bahan baku, mesin dan peralatan lainnya. Perencanaan produksi
menuntut penaksir atas permintaan produk atau jasa yang diharapkan akan
disediakan perusahaan di masa yang akan datang. Dengan demikian, peramalan
merupakan bagian integral dari perencanaan produksi.
2. Proses Konversi
Proses Konversi merupakan kegiatan sederahana tau serangkaian kegiatandengan tahapan yang panjang dan cukup kompleks. Pengertian proses
konversiterencana dengan baik apabila semua inpu yaitu sumber daya produksi
tersedia pada waktu yang tepat, mutu
yang tepat dan proses konversi dilaksanakan secara efisien
3. Jenis Perencanaan Produksi
Menurut Enny Ariyani (2009) perencanaan produksi yang terdapat dalam
suatu perusahaan dapat dibedakan menurut jangka waktu yang tercakup, yaitu:
a. Perencanaan Produksi Jangka Pendek (Perencanaan Operasional)
adalah penentuan kegiatan produksi yang akan dilakukan dalam
jangka waktu satu tahun mendatang atau kurang, dengan tujuan untuk
mengatur penggunaan tenaga kerja, persediaan bahan dan fasilitas
produksi yang dimiliki perusahaan pabrik.
b. Perencanaan Produksi Jangka Panjang adalah penentuan tingkat
kegiatan produksi lebih daripada satu tahun. Biasanya sampai dengan
lima tahun mendatang, dengan tujuan untuk mengatur pertambahan
kapasitas peralatan atau mesin-mesin, ekspansi pabrik dan
pengembangan produk (product development)
4. Fungsi dan Tujuan Perencanaan Produksi
Secara umum, fungsi dan tujuan perencanaan produksi adalah
merencanakan dan mengendalikan aliran material ke dalam, di dalam dan
keluar pabrik, sehingga posisi keuntungan optimal yang merupakan tujuan
perusahaan dapat dicapai.
Beberapa fungsi perencanan produksi adalah :
a. Menjamin rencana penjualan dan rencana produksi konsisten
terhadapa rencana strategis perusahaan.
b. Sebagai alat ukur performansi proses perencanaan produksi.
c. Menjamin kemampuan produksi konsisten terhadap rencana produksi.
d. Memonitor hasil produksi aktual terhadap rencana produksi dan
membuat penyesuaian.
e. Mengatur persediaan produk jadi untuk mencapai target produksi dan
rencana startegis.
f. Mengarahkan penyusunan dan pelaksanaan jadwal induk Produksi.
Adapun tujuan dari perencanan produksi menurut Hendra Kusuma (1999)
adalah:
a. Meramalkan permintaan produk yang dinyatakan dalam jumlah
produk sebagai fungsi dari waktu.
b. Menetapkan jumlah saat pemesanan bahan baku serta komponen
secara ekonomis dan terpadu.
c. Menetapkan keseimbangan antara tingkat kebutuhan produksi, teknik
pemenuhan pesanan, serta memonitor tingkat persediaan produk jadi
setiap saat. Membandingkannya dengan rencana persediaan dan
melakukan revisi atas rencana produksi pada saat yang ditentukan.
d. Membuat jadwal produksi, penugasan, pembebanan mesin dan tenaga
kerja yang terperinci sesuai dengan ketersediaan kapasitas dan
fluktuasi permintaan pada suatu periode
